Berburu Barang Antik Sambil Nongkrong di Vintage Liem dan Mbakarin

Mungkin bagi sebagian orang barang-barang bekas, lawas, dan tua tidak memiliki nilai yang berarti. Tapi tidak bagi kurator di balik Vintage Liem yang bisa melihat nilai barang dan dijual kembali kepada peminatnya.

 

Toko barang antik Bandung yang satu ini bertempat di pekarangan rumah jalan Natuna no. 35. Tempatnya lumayan kecil, tetapi menyimpan koleksi barang antik yang cukup bervariasi. Tersedia juga beberapa tempat duduk untuk para pengunjungnya melihat-lihat koleksi barang antik dengan santai. Seperti suaka kecil di tengah kota Bandung bagi peminat barang antik!

 

Vintage Liem rupanya berbagi tempat dengan Mbakarin, yakni kedai yang menjual kambing bakar. Buat yang ingin nongkrong saja, di sini kita bisa pesan minuman dan berbagai pilihan camilan. Aku, Yogas dan Alban sempat mencicipi roti bakar dan kue balok yang luarnya empuk dalamnya lumer, makin betah juga karena ditemani dengan es kopi susu. 🤤

 

 

Koleksi Barang Antik di Vintage Liem

 

Vintage Liem menjadi spot berburu barang bekas antik lokal dan internasional dari berbagai era. Di sini kalian bisa temukan barang-barang mulai dari furniture, peralatan keramik dan gelas, alat musik, kamera analog, boneka antik, papan dan kartu permainan, dan hiasan rumah lainnya.

 

Di sini ada juga beberapa barang new old stock era 80an seperti kliping majalah, buku dan poster. Paling tua ada perhiasan dan pernak-pernik yang bisa ditelusuri hingga awal tahun 1900an. Beberapa koleksi barang antiknya ada yang berasal dari Inggris, Belanda, hingga Jepang, lho!

 

Vintage Liem juga sempat menawarkan beberapa jenis piring koleksi seperti piring Delft dan Imari. Kalian yang suka koleksi piring antik bisa pantengin terus update barang-barang di IG-nya, ya! Kalian juga bisa berkunjung ke toko cabang Vintage Liem yang ada di Pasar Antik Cikapundung kalau belum puas mengubek barang-barang di cabang Natuna.

 

 

Tempat Ngumpulnya Berbagai Komunitas

 

Gak cuma jadi tempat berburu barang-barang antik, di Vintage Liem dan Mbakarin sering juga ditemui orang-orang dari berbagai komunitas di Bandung. Mulai dari penggiat seni hingga anak motor Vespa silih berganti datang dan nongkrong. Beberapa kali juga sempat diadakan malam baca puisi dan malam penampilan akustik di sini.

 

Aku sempat ngobrol sedikit dengan Mang Dado, pengelola Mbakarin. Mang Dado sangat ramah, dengan senang hati berbagi cerita tentang usaha dan kehidupan yang penuh inspirasi. Ternyata, usaha Mbakarin didasari oleh keinginan untuk menyajikan makanan yang punya nilai romantisme tinggi, sehingga bisa menuliskan kenangan yang bisa sampai keturunan ketujuh.  

 

Impian ini jadi salah satu faktor yang bikin nyaman nongkrong di Vintage Liem dan Mbakarin, makin kuat dengan orang-orang yang punya satu visi yang suka nongkrong di sini. Jadi gak hanya cari-cari barang dan makan-makan, nongkrong di sini juga bisa untuk berbagi kesenangan.

 

Senang bisa main ke tempat yang sederhana dengan suasana yang nostalgic dari koleksi barang-barang yang ada. Orang-orang di sini turut menyambut ramah kedatangan aku, Yogas dan Alban yang bikin hati jadi terasa lebih hangat. Di mana lagi coba, bisa lihat-lihat koleksi barang antik sambil nongkrong, minum es kopi susu dan ngemil kue balok kalau bukan di Vintage Liem dan Mbakarin?


Sedikit nulis, sedikit lupa. Banyak nulis, jadi gak banyak lupa. Soalnya, tulis menulis bukan sekedar hobi, tapi jadi bagian hidup aku juga. Makanya selalu semangat buat abadikan semua momen, baik tertulis maupun terekam aja!




Dapatkan update artikel Uncov