Olahraga dan Rekreasi Bersama Komunitas Quad Skate Bandung Rollercasper

“Pokoknya mah bebas mau latihan atau enggak karena masing-masing punya kelebihannya, tapi tetep mainnya bareng. Jadi, jangan sampai kita ngerasa ada kesenjangan sosial antara satu komunitas skate ke komunitas skate lainnya.”

 

Begitu kata Fian, salah satu pendiri Roller Casper, yakni sebuah komunitas di bawah payung komunitas quad skate Bandung yang menggabungkan olahraga quad skate dengan rekreasi bersama. Gaya masing-masing anggota yang unik, mulai dari outfit penuh warna yang sangat ekspresif ditambah dengan desain sepatu quad skate yang menarik, jadi ciri khas Roller Casper di antara komunitas roller skate Bandung lainnya. 

 

Fian sendiri mulai bermain quad skate dari Februari 2020. Lalu dari obrolan tongkrongan yang sehobi sefrekuensi, Fian bersama dengan empat kawan lainnya, yaitu Nitnot, Syahni dan Agnes membentuk Roller Casper di bulan Desember 2020. “Nama Roller Casper ini terinspirasi dari komunitas inline skate yang namanya ‘Ghost,’ cuma mereka image-nya garang dan jago-jago, sedangkan kita hanya ingin lucu-lucuan saja, jadinya kita pilih nama hantu yang lucu, yaitu Casper,” ungkap Fian. 

 

Kawan-kawan Roller Casper biasa bermain di Taman Kiara Artha, Antapani yang kini jadi tempat berkumpulnya komunitas sepatu roda di Bandung. Komunitas roller skate Bandung lainnya juga rutin datang setiap hari minggu untuk nyetreet (skate ke jalan) dan berlatih bersama atau sekedar bertemu satu sama lain. 

 

Saat aku menemui Fian, terlihat setiap komunitas sedang asyik di spotnya masing-masing; ada yang sedang ngobrol, ada yang baru belajar, ada juga yang sedang mengulik trik-trik roller skate dan roller dance. Walaupun demikian, komunitas ini sangat terbuka untuk para pemain dari semua level, asalkan bermodal sepatunya saja.


 

Tantangan dalam Berlatih

 

Fian berbagi cerita bahwa selama bermain quad skate, ada saja tantangan yang membuat rasa semangat bermain menurun. “Pasti setiap orang melewati rasa bosan atau kurang semangat, apalagi awal-awal belajar karena kita akan ngalamin yang namanya cedera dari atas sampe bawah badan,” ungkap Fian. Menurut Fian, menghadapi masalah ini harus kembali lagi ke diri sendiri. “Gampang nyerah ya pastinya gak akan berkembang, kecuali kalau kita sudah jatuh terus bangkit lagi, semangat lagi dan memotivasi diri untuk lanjut belajar,” tambahnya.

 

Belum lagi saat rasa penasaran ingin mencoba banyak hal baru karena begitu banyak cabang roller skate yang bisa dicoba dari komunitas yang ada, seperti roller dance, urban skate dan skate park. Fian juga menyarankan sebisa mungkin mengulik lebih dari satu cabang agar menemukan passion di tengah perjalanan belajar dan kemudian menekuni passion tersebut. “Jangan sampai kita ngerasa gak bisa semuanya terus jadinya takut dan gak mau mencoba, yang penting coba aja dulu,” ujar Fian.


 

Kegiatan Komunitas yang Berkesan

 

Walau terhadang dengan berbagai tantangan, ada banyak pencapaian dan momen keseruan bersama yang dirasakan oleh Fian dan kawan-kawan Roller Casper. Selain ngumpul untuk nyetreet, Roller Casper juga menggelar workshop dan bekerja sama dengan brand atau komunitas roller skate lain untuk mengadakan acara. Baru-baru ini Roller Casper dan komunitas roller skate Bandung lainnya seperti Roll Mafia, Ghost Skate, dan Night Wheels mengadakan acara Valentine’s Rolling, yakni main sepatu roda keliling Bandung. 

 

Adapun dua acara bersama Roller Casper yang paling berkesan buat Fian. “Event yang paling berkesan adalah workshop roller dance dan kerja sama dengan beberapa brand ternama di Indonesia untuk mengadakan sunmoling (Sunday morning rolling) di Dago,” ungkap Fian. Dalam acara tersebut, Roller Casper bekerja sama dengan Exsport Bags yang baru meluncurkan tas roller skate, Woodka, Le Minerale Water dan Sunny Burger. Acara ini juga diisi dengan kegiatan nyetreet serta sesi games dan bagi-bagi hadiah.

 

Aku turut menyaksikan keseruan workshop roller dance bulan Oktober 2021 silam, tetapi karena belum punya sepatu quad skate aku hanya bisa jadi penonton saja. Teringat di workshop itu banyak sekali peserta yang memeriahkan acara. Mereka antusias mengikuti latihan roller dance dengan gaya dan sepatu quad skate mereka yang sangat berwarna, jadi bikin aku tertarik untuk berlatih quad skate saat itu juga.

 

Selama ini, Roller Casper memang tidak pernah menawarkan orang untuk masuk ke komunitas. Fian mengaku dengan Roller Casper sering membuat konten yang menunjukkan kegiatan yang dijalani melalui media sosial Instagram, orang-orang akan datang dengan sendirinya. Menurut Fian, suatu komunitas tidak bisa memaksa orang lain untuk bergabung karena tidak semua orang nyaman untuk main dan bergaul dalam lingkungan baru, mungkin ada yang tidak percaya diri atau segan. 

 

Tetapi Fian menyarankan setidaknya mencoba terlebih dahulu dan menyewa sepatu jika merasa belum yakin. “Yang penting harus ditanamkan dalam otak kita bahwa hobi ini bukan kompetisi, tahap orang itu dan proses orang itu beda-beda, ada yang lambat atau cepat apapun itu tetap proses, ya,” pungkasnya.

 

Senang rasanya bisa ngobrol bareng Fian dan mendengarkan kisah Roller Casper yang penuh dengan warna dan keseruan bermain quad skate. Buat yang tertarik untuk main quad skate atau jenis roller skate lainnya dan sedang mencari teman main atau berlatih bareng, kalian bisa langsung datangi Taman Kiara Artha di hari Minggu atau follow @rollercasper__ di Instagram. Jangan lupa untuk kenalan dengan Fian dan kawan-kawan dari berbagai komunitas roller skate lainnya di Bandung dan bawa sepatu skate terbaik kalian!


Sedikit nulis, sedikit lupa. Banyak nulis, jadi gak banyak lupa. Soalnya, tulis menulis bukan sekedar hobi, tapi jadi bagian hidup aku juga. Makanya selalu semangat buat abadikan semua momen, baik tertulis maupun terekam aja!




Dapatkan update artikel Uncov